Rabu, 19 Mei 2010

JAVA JAZZ - SABDA PRANA



Java Jazz – Sabda Prana (1998)
Produksi : Java Jazz
Produser Eksekutif : Funk ‘U Production & Java Jazz
Distribusi : BMG (PT Ris Music Wijaya International)

Kenapa Sabda Prana ?

Sabda Prana adalah dokumentasi jilid kedua kelompok Java Jazz . Meski tercatat sebagai album kedua, dari sisi personil yang ikut dalam penggarapannya justru disini tampil formasi pertama kelompok ini. Embong Rahardjo (saxophone, flutes), A.S Mates (fretless bass), Donny Suhendra (electric & acoustic guitars), Gilang Ramadhan (drums & percussions) dan Indra Lesmana (digital piano, synthesizers, fender Rhodes) memulai Java Jazz tahun 1991 tapi baru merekam Sabda Prana tujuh tahun kemudian.

Dalam linier notes album, ditulis bahwa kalimat Sabda Prana, yang berarti voices of soul, merupakan deskripsi perasaan setiap personil terhadap band, diantara satu dengan yang lain dan bagaimana mereka bisa bertahan sebagai suatu kelompok begitu lama. Phrase dari bahasa Jawa ini juga mewakili pesan Java Jazz pada sebuah kesadaran untuk membantu orang membuka hati dan pikiran. Untuk mengerti bahwa dari begitu luas dan kompleks wilayah yang dimiliki Indonesia, dalam kondisi seperti sekarang ini, masih ada musik yang dapat menjangkau jiwa pendengarnya yang terdalam.
Jika boleh membagi isi album ini dalam bab-bab, dapat disimak tiga bab paparan komposisi dari Java Jazz;
Pertama adalah lagu yang sebenarnya ditulis pada tahun 1991 namun mereka tulis dan rekam ulang lagi untuk mendemonstrasikan bagaimana perkembangan kemampuan musikal mereka beberapa tahun terakhir ini.
Di bab berikut mereka sertakan hasil rekaman tahun 1991 sebagai materi pembanding (karena keterbatasan pita, di format kaset hanya ada satu lagu). “Dodon” dan “Crystal Sky” Ver91 adalah bocoran harta karun Java Jazz yang Java Jazz buat pada Agustus 1991 di Mad Hatter Studio, studio milik Chick Corea, Los Angeles – CA.
Demonstrasi musikal Java Jazz di dua bab ini dapat dirangkaikan dengan eksistensi album pertama mereka, Bulan di Asia (1994), yang dimainkan oleh personel berbeda (Java Jazz mark II). Tentu menarik menyimak bagaimana “Bulan di Atas Asia”, “The Seeker”, “Lembah”, “Drama”, “Crystal Sky” hadir dalam pendekatan yang berbeda-beda.
Untuk membuat genap isi Sabda Prana, Java Jazz menghadirkan tiga lagu baru yang direkam selama sesi studio mereka, September sampai Oktober 1998 di Indra-Gilang Studio, Jakarta. Karya Indra, “Violation”, “Conga di Pari” ditulis oleh Gilang Ramadhan serta “Maryono” yang secara eksklusif diaransemen dan didedikasikan untuk almarhum Maryono, legenda saksofonis Indonesia (meninggal September 1998).

Simak voices of soul mereka!
Sabda Prana dibuka dengan “The Seeker”. Lagu ini menghadirkan sebuah tema yang mengalir berulang. Lantunan Embong yang disela improvisasi Mates menegaskan alur tema tersebut. Unison Indra dan Embong menutup lagu yang bak mengilustrasikan sebuah pencarian itu.
“Lembah”, terutama di beberapa sekat terakhir kembali menampilkan akurasi permainan Embong. Tiupan saksofonnya dikawal ketat permainan Gilang dan Mates dengan tempo cepat dan semakin cepat.
Kecerdasan dan bagaimana karakter permainan Embong masih dapat disimak pada anthem Java Jazz di urutan lagu ketiga. Coba simak, liukan piccolo Embong yang menghadirkan aura mandarin di sepanjang lagu namun diakhir malah bermuara pada atmosfer sunda. Memang, “Bulan di Atas Asia” merupakan upaya Java Jazz mendokumentasikan kekayaan melodi khas Asia, tanpa harus menjadi sebuah komposisi berbasis pentatonik.
“Drama” merupakan perpaduan bunyi synthesizers Indra, melodi gitar Donny dan kembali hembusan saksofon Embong yang dikawal rapat seksi rhythm. Bass line yang dimainkan Mates menjadi daya pikat tersendiri di lagu ini. Kevin Praja menyumbang talentanya untuk Java Jazz di “Drama”. Ia memainkan trumpet dan membantu membuat aransemen alat tiup.
Hampir di semua lagu meninggalkan jejak ciri khas komposisi garapan Indra. Struktur lagu dengan melodi yang manis dan berkesan mistik itu diantaranya dapat kita simak pada nomor Crystal Sky. Komposisi ini ia persembahkan buat ayahnya, maestro Jack Jazz Lesmana.
Hampir sebangun dengan “Drama”, eksplorasi talenta yang sama juga dapat disimak di “Dodon” dan “Violation”. Lagu itu menampilkan hentakan jazz-rock dari drum Gilang dan bass yang dimainkan Mates. Mereka menggiring dengan baik melodi yang dimainkan oleh Indra dengan piano atau synthesizernya, Donny yang menggunakan gitar listrik, dan tiupan saksofon Embong. Unison yang banyak dimainkan tiga pemain yang disebut belakangan membuat karakter lagu menjadi sangat kuat.
Sabda Prana adalah kali pertama Indra memproduksi sebuah album dengan master quality sound. Ia menerapkan pengetahuannya dalam proses rekaman, mixed dan membuat master setiap lagu. Melalui ruang ini Indra serta rekan Java Jazz mengkristalkan hadirnya sebuah rekaman yang memiliki energi musikal secara universal dan kaya akan sounds dan ide-ide. (Penulis:ROULLANDI N. SIREGAR di www.wartajazz.com)

THE SEEKER DOWNLOAD
LEMBAH DOWNLOAD
BULAN DIATAS ASIA DOWNLOAD
DRAMA DOWNLOAD
CONGA DI PARI DOWNLOAD
CRYSTAL SKY DOWNLOAD
VIOLATION DOWNLOAD
MARYONO DOWNLOAD
DO DON DOWNLOAD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar